E – AUCTION APPLICATION WITH CONTEXT-AWARE and AGENT
Ditulis oleh anggarizkiekayana di/pada Desember 7, 2008
Permasalahan dari sistem ini yaitu tentang bagaimana client bisa melakukan penawaran lelang secara online dan server melakukan response dari penawaran dari beberapa client tersebut. Setelah server melakukan koreksi terhadap penawaran tersebut, maka server melakukan koreksi terhadap nilai penawaran dari user. Jika user melakukan penawaran terlalu rendah maka server akan mengirim pesan bahwa penawaran user dari client tertentu terlalu kecil. Server juga akan melakukan pengecekan dari semua tawaran tersebut, penawaran tertinggi dari client tersebut itulah yang dijadikan sebagai pemenang lelang.
Pada kasus permasalahan bagaimana server melakukan koreksi secara online tentang validasi nilai dari penawaran user, maka dibuat suatu agent yang mengatur koreksi tersebut sehingga pada akhirnya ditemukan user / client mana yang melakukan penawaran tertinggi yang juga bisa disebut sebagai pemenang lelang. Agent tersebut berisi operasi logika yang terdiri dari statement kondisi yang dilakukan secara loop hingga ditemukan nilai penawaran tertinggi oleh server dari penawaran client. Context aware yang tercakup dalam sistem ini yaitu :
1. Environmental context karena menerangkan informasi dari akses yang dilakukan oleh user terhadap server pelelangan. Jadi context aware disini di implementasikan sebagai suatu informasi dari server yang di publish kepada seluruh client tentang hasil dari lelang tersebut.
2. Task context karena menerangkan aktifitas yang dilakukan oleh user/client dalam melakukan pelelangan harga dan juga di deskripsikan tujuan akhir dari aktifitas user tersebut yaitu mendapatkan lelang dengan tawaran tertinggi.
Karakteristik agent antara lain :
1. Autonomy
Agent dapat melakukan tugas secara mandiri dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh user, agent lain ataupun oleh lingkungan (environment). Untuk mencapai tujuan dalam melakukan tugasnya secara mandiri, agent harus memiliki kemampuan kontrol terhadap setiap aksi yang mereka perbuat, baik aksi keluar maupun kedalam [Woolridge et. al., 1995]. Dan satu hal penting lagi yang mendukung autonomy adalah masalah intelegensi (intelligence) dari agent.
2. Intelligence, Reasoning, dan Learning
Setiap agent harus mempunyai standard minimum untuk bisa disebut agent, yaitu intelegensi (intelligence). Dalam konsep intelligence, ada tiga komponen yang harus dimiliki: internal knowledge base, kemampuan reasoning berdasar pada knowledge base yang dimiliki, dan kemampuan learning untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungan.
3. Mobility dan Stationary
Khusus untuk mobile agent, dia harus memiliki kemampuan yang merupakan karakteristik tertinggi yang dia miliki yaitu mobilitas. Berkebalikan dari hal tersebut adalah stationary agent. Bagaimanapun juga keduanya tetap harus memiliki kemampuan untuk mengirim pesan dan berkomunikasi dengan agent lain.
4. Delegation
Sesuai dengan namanya dan seperti yang sudah kita bahas pada bagian definisi, agent bergerak dalam kerangka menjalankan tugas yang diperintahkan oleh user. Fenomena pendelegasian (delegation) ini adalah karakteristik utama suatu program disebut agent.
5. Reactivity
Karakteristik agent yang lain adalah kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya perubahan informasi yang ada dalam suatu lingkungan (enviornment). Lingkungan itu bias mencakup: agent lain, user, adanya informasi dari luar, dsb [Brenner et. al., 1998].
6. Proactivity dan Goal-Oriented
Sifat proactivity boleh dikata adalah kelanjutan dari sifat reactivity. Agent tidak hanya dituntut bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah penyelesaian apa yang harus diambil [Brenner et. al.,1998]. Untuk itu agent harus didesain memiliki tujuan (goal) yang jelas, dan selalu berorientasi kepada tujuan yang diembannya (goal-oriented).
7. Communication and Coordination Capability
Agent harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan user dan juga agent lain. Masalah komunikasi dengan user adalah masuk ke masalah user interface dan perangkatnya, sedangkan masalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan agent lain adalah masalah sentral penelitian Multi Agent System(MAS).
Implementasi Agent dan Context Aware
· Agent
Pada aplikasi ini, agent berfungsi sebagai berikut :
1. Mengambil list member siapa saja yang on-line, kemudian mengirimkan ke semua client yang terhubung
2. Menampilkan list barang yang di lelangkan, kemudian menampilkan ke seluruh client yang terhubung
3. Memeriksa inputan harga tawaran dari client, apakah tidak kurang dari harga yang ditawarkan.
4. Memeriksa harga tawaran dari client, dan membandingkan dengan harga barang tertinggi yang telah di tawarkan oleh client yang lain, Apabila harga tawaran lebih kecil, kemudian mengirimkan alert “apakah harga tawaran akan dinaikkan atau tidak”, jika lebih besar, harga tawaran tersebut di masukkan ke dalam list.
5. Mengirimkan list client siapa saja yang penawarnnya tertinggi kepada client lain yang menawar.
6. Mengurangi list barang yang telah ditawar dengan harga tertinggi oleh client, kemudian mempublishnya ke client lainnya
7. Mengirimkan message kepada semua client yang memiliki penawara tertinggi terhadap barang yang ditawar.
8. Memeriksa apakah client yang terhubung masih on-line atau tidak.
· Context Aware
Implementasi Context awarenya :
1. Jumlah client yang dapat terhubung dengan server
2. Nama computer dan user setiap client yang terhubung
3. Nama barang yang ditawar oleh client yang terhubung
4. Harga tawaran dari setiap client
5. Harga tertinggi setiap barang yang telah ditawar
6. Jumlah client yang menang (dengan harga tertinggi)