ANGGA RIZKI EKAYANA

“Dikala semua orang bicara tentang manfaat dan guna tapi aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan”

Arsip untuk ‘IT’ Kategori

Friday, May 01, 2009 nganggur di kantor eh iseng2 tulis “HACKING TELKOMSEL FLASH BIAR PULSA GRATIS”

Ditulis oleh anggarizkiekayana di/pada Mei 1, 2009

Gunakan :

Your freedom
OpenVpn GUI
Cc cleaner

-addres = 87.98.243.21
-[port = 53
-conection m0de = UDP

server connectinnya pilih(ceklis) yg :
- automatically swicth server
- reconect after server shutd0wn
- enable encryption
- enable re-keying

-minimum buffer size = 1500
-RTT … Read Moremeasurement = 300000
-keepalive internal = 25000
-initial post size = 25000000
-minimum post size = 5000
-FTP mode = both,,

- SOCKS 4/5
- Web Proxy
- Open vpn

-username = qqqq
-pasw0rd = 123456

manual proxy configuration’ OK.

cara
- Openvpn gui
- aktifin nokia pc suite
- connect to internet
- c0nfigurasi/setting
- ganti yg pilihan ke dua..
- isi acces pointnya = flash

Ditulis dalam IT | 1 Komentar »

Blocking UltraSurf

Ditulis oleh anggarizkiekayana di/pada April 22, 2009

Software ini cara kerjanya mirip sama Skype. Tapi dia mencari web server yang ada ke tidak beresan fasilitas proxynya. Seperti Apache yang menggunakan mod_proxy gitu deh. Makanya dia brusaha kontak ke HTTPS smuanya. Tapi rata2 reverce ip nya gak bisa diresolve.

Cara pengeblokannya simple aja. Gak beda dengan cara pengeblokan Skype. Taruh saja 3 baris ini di /etc/squid.conf:

# bloking UltraSurf/Skype
acl numeric_IPs url_regex ^[0-9]+\.[0-9]+\.[0-9]+\.[0-9]+
http_access deny CONNECT numeric_IPs all

Save file /etc/squid.conf dan konfirmasi ke squid untuk menerima perubahan konfigurasinya dengan cara:

#squid -k reconfigure

Ditulis dalam IT | Leave a Comment »

E – AUCTION APPLICATION WITH CONTEXT-AWARE and AGENT

Ditulis oleh anggarizkiekayana di/pada Desember 7, 2008

Permasalahan dari sistem ini yaitu tentang bagaimana client bisa melakukan penawaran lelang secara online dan server melakukan response dari penawaran dari beberapa client tersebut. Setelah server melakukan koreksi terhadap penawaran tersebut, maka server melakukan koreksi terhadap nilai penawaran dari user. Jika user melakukan penawaran terlalu rendah maka server akan mengirim pesan bahwa penawaran user dari client tertentu terlalu kecil. Server juga akan melakukan pengecekan dari semua tawaran tersebut, penawaran tertinggi dari client tersebut itulah yang dijadikan sebagai pemenang lelang.

Pada kasus permasalahan bagaimana server melakukan koreksi secara online tentang validasi nilai dari penawaran user, maka dibuat suatu agent yang mengatur koreksi tersebut sehingga pada akhirnya ditemukan user / client mana yang melakukan penawaran tertinggi yang juga bisa disebut sebagai pemenang lelang. Agent tersebut berisi operasi logika yang terdiri dari statement kondisi yang dilakukan secara loop hingga ditemukan nilai penawaran tertinggi oleh server dari penawaran client. Context aware yang tercakup dalam sistem ini yaitu :

1. Environmental context karena menerangkan informasi dari akses yang dilakukan oleh user terhadap server pelelangan. Jadi context aware disini di implementasikan sebagai suatu informasi dari server yang di publish kepada seluruh client tentang hasil dari lelang tersebut.

2. Task context karena menerangkan aktifitas yang dilakukan oleh user/client dalam melakukan pelelangan harga dan juga di deskripsikan tujuan akhir dari aktifitas user tersebut yaitu mendapatkan lelang dengan tawaran tertinggi.

Karakteristik agent antara lain :

1. Autonomy

Agent dapat melakukan tugas secara mandiri dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh user, agent lain ataupun oleh lingkungan (environment). Untuk mencapai tujuan dalam melakukan tugasnya secara mandiri, agent harus memiliki kemampuan kontrol terhadap setiap aksi yang mereka perbuat, baik aksi keluar maupun kedalam [Woolridge et. al., 1995]. Dan satu hal penting lagi yang mendukung autonomy adalah masalah intelegensi (intelligence) dari agent.

2. Intelligence, Reasoning, dan Learning

Setiap agent harus mempunyai standard minimum untuk bisa disebut agent, yaitu intelegensi (intelligence). Dalam konsep intelligence, ada tiga komponen yang harus dimiliki: internal knowledge base, kemampuan reasoning berdasar pada knowledge base yang dimiliki, dan kemampuan learning untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungan.

3. Mobility dan Stationary

Khusus untuk mobile agent, dia harus memiliki kemampuan yang merupakan karakteristik tertinggi yang dia miliki yaitu mobilitas. Berkebalikan dari hal tersebut adalah stationary agent. Bagaimanapun juga keduanya tetap harus memiliki kemampuan untuk mengirim pesan dan berkomunikasi dengan agent lain.

4. Delegation

Sesuai dengan namanya dan seperti yang sudah kita bahas pada bagian definisi, agent bergerak dalam kerangka menjalankan tugas yang diperintahkan oleh user. Fenomena pendelegasian (delegation) ini adalah karakteristik utama suatu program disebut agent.

5. Reactivity

Karakteristik agent yang lain adalah kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya perubahan informasi yang ada dalam suatu lingkungan (enviornment). Lingkungan itu bias mencakup: agent lain, user, adanya informasi dari luar, dsb [Brenner et. al., 1998].

6. Proactivity dan Goal-Oriented

Sifat proactivity boleh dikata adalah kelanjutan dari sifat reactivity. Agent tidak hanya dituntut bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah penyelesaian apa yang harus diambil [Brenner et. al.,1998]. Untuk itu agent harus didesain memiliki tujuan (goal) yang jelas, dan selalu berorientasi kepada tujuan yang diembannya (goal-oriented).

7. Communication and Coordination Capability

Agent harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan user dan juga agent lain. Masalah komunikasi dengan user adalah masuk ke masalah user interface dan perangkatnya, sedangkan masalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan agent lain adalah masalah sentral penelitian Multi Agent System(MAS).

Implementasi Agent dan Context Aware

· Agent

Pada aplikasi ini, agent berfungsi sebagai berikut :

1. Mengambil list member siapa saja yang on-line, kemudian mengirimkan ke semua client yang terhubung

2. Menampilkan list barang yang di lelangkan, kemudian menampilkan ke seluruh client yang terhubung

3. Memeriksa inputan harga tawaran dari client, apakah tidak kurang dari harga yang ditawarkan.

4. Memeriksa harga tawaran dari client, dan membandingkan dengan harga barang tertinggi yang telah di tawarkan oleh client yang lain, Apabila harga tawaran lebih kecil, kemudian mengirimkan alert “apakah harga tawaran akan dinaikkan atau tidak”, jika lebih besar, harga tawaran tersebut di masukkan ke dalam list.

5. Mengirimkan list client siapa saja yang penawarnnya tertinggi kepada client lain yang menawar.

6. Mengurangi list barang yang telah ditawar dengan harga tertinggi oleh client, kemudian mempublishnya ke client lainnya

7. Mengirimkan message kepada semua client yang memiliki penawara tertinggi terhadap barang yang ditawar.

8. Memeriksa apakah client yang terhubung masih on-line atau tidak.

· Context Aware

Implementasi Context awarenya :

1. Jumlah client yang dapat terhubung dengan server

2. Nama computer dan user setiap client yang terhubung

3. Nama barang yang ditawar oleh client yang terhubung

4. Harga tawaran dari setiap client

5. Harga tertinggi setiap barang yang telah ditawar

6. Jumlah client yang menang (dengan harga tertinggi)

Ditulis dalam IT | Leave a Comment »

Robo Soccer With Microsoft visual C# .net

Ditulis oleh anggarizkiekayana di/pada Desember 7, 2008

Description:

Lab ini ditujukan untuk memberi pengalaman menggunakan Microsoft Robotics Studio dengan memanfaatkan Visual Studio dan .NET Framework. Dengan memahami labs ini, maka anda akan segera memahami cara memanfaatkan MSRS untuk pengembangan aplikasi Robot.

Microsoft Robotics Studio memberikan desain re-usable untuk menulis service. Desain ini memungkinkan Anda untuk menulis sebuah service untuk spesifikasi hardware yang umum dan kemudian menggunakan service tersebut untuk hardware robot yang berbeda platform.

Dalam tutorial ini, Anda akan belajar bagaimana membuat service dan dengan berdasarkan dari file konfigurasi (manifest file), service tersebut akan digunakan pada saat runtime untuk implementasi yang spesifik (berdasarkan manifest file tersebut).

Hardware Requirements:

Anda membutuhkan sebuah Lego NXT yang berbentuk Tribot dengan modifikasi pada motor port 1 dengan deskripsi pada gambar berikut ini:

Sofware Requirements:

Tutorial ini didesain untuk menggunakan Visual C#. Anda dapat menggunakan tools berikut ini:

1. Microsoft Visual C# 2005 Express Edition.

2. Microsoft Visual Studio Standard Edition.

3. Microsoft Visual Studio Professional Edition.

4. Atau Microsoft Visual Studio Team System.

Anda juga membutuhkan sebuah web browser (Internet Explorer atau Firefox) dan Microsoft Robotics Studio 1.5 (CTP May 2007).

Part 1 : Memulai

Kita tidak akan membuat service dari awal, akan tetapi kita akan menggunakan service yang sudah ada dan kemudian melakukan beberapa modifikasi. Service yang akan kita gunakan adalah RoboticsTutorial4. Aplikasi ini akan memberikan layanan kontrol robot tribot dengan menggunakan windows form. Kontrol yang didukung meliputi pergerakan robot ke 4 arah (maju, mundur, kanan, kiri). Dalam tutorial ini, kita akan menambahkan kontrol baru, yaitu menendang dan navigasi dengan menggunakan keyboard.

Membuka file RoboticsTutorial4

1. Pastikan Microsoft Robotics Studio 1.5 (CTP May 2007) telah terinstalasi dengan benar pada komputer Anda.

2. Pastikan komputer Anda memiliki sebuah perangkat bluetooth yang telah terkoneksi (paired) dengan NXT robot.

3. Bukalah Windows Explorer lalu navigasi pada “C:\Microsoft Robotics Studio 1.5 (CTP May 2007)\samples\RoboticsTutorials\Tutorial4

4. Pada folder Tutorial4, lakukan copy and paste pada folder CSharp dan ubahlah namanya menjadi “RoboSoccer”.

5. Folder “RoboSoccer” terdapat pada C:\Microsoft Robotics Studio 1.5 (CTP May 2007)\samples\RoboticsTutorials\Tutorial4\RoboSoccer

6. Bukalah folder RoboSoccer dan buka file RoboticsTutorial4.sln

7. Anda akan masuk ke lingkungan pemrograman Visual Studio dan akan menemukan tampilan berikut :

8. Buka file RoboticsTutorial4Types.cs

Mendefinisikan Service Operations

RoboticsTutorial4Types.cs mendefinisikan operasi yang dimiliki oleh sebuah service. 
Sedangkan kelas RoboticsTutorial4Operations mendefinisikan lima operasi yang dibuat oleh DssNewService 
yaitu: Stop, Forward, Backward, TurnLeft, TurnRight. Oleh karena itu kita akan menambahkan tiga operasi.

Part 2 : Memodifikasi Operation Service

9.     Tiga operasi baru yang ditambahkan adalah: Kick, UnKick, dan StopKick.

public class RoboticsTutorial4Operations: PortSet<

DsspDefaultLookup,

DsspDefaultDrop,

Get,

Replace,

Stop,

Forward,

Backward,

TurnLeft,

TurnRight,

Kick,

StopKick,

UnKick> { }

Setiap operasi tersebut memiliki sebuah kelas yang mendefinisikan setiap operasi dan sebuah kelas yang mendefinisikan message body type. Tinjaulah kode berikut ini:

public class Stop : Submit<StopRequest, PortSet<DefaultSubmitResponseType, Fault>>

{

public Stop()

: base(new StopRequest())

{

}

}

[DataContract]

public class StopRequest { }

Kode tersebut mendefinisikan sebuah Operation dari kelas Stop yang diturunkan dari generic type Submit<TBody, TResponse>, memiliki sebuah body type StopRequest. Dengan cara yang sama Stop didefinisikan, file tersebut juga mengandung definisi untuk Forward, Backward, TurnLeft dan TurnRight. Service memberikan respon kepada operasi tersebut dengan mengirimkan perintah ke drive partner. Karena kita telah menambahkan tiga operasi baru, maka kita juga harus membuat kelas yang mendefinisikan operasi dan kelas yang mendefinisikan message body type dari setiap operasi tersebut.

10.                  Tambahkan kode berikut ini dalam file RoboticsTutorial4Types.cs

public class Kick : Submit<KickRequest, PortSet<DefaultSubmitResponseType, Fault>>

{

public Kick()

: base(new KickRequest())

{

}

}

[DataContract]

public class KickRequest { }

public class StopKick : Submit<StopKickRequest, PortSet<DefaultSubmitResponseType, Fault>>

{

public StopKick()

: base(new StopKickRequest())

{

}

}

[DataContract]

public class StopKickRequest { }

public class UnKick : Submit<UnKickRequest, PortSet<DefaultSubmitResponseType, Fault>>

{

public UnKick()

: base(new UnKickRequest())

{

}

}

[DataContract]

    public class UnKickRequest { }

Setiap operasi tersebut memiliki sebuah handler dalam kelas implementasi utama, RoboticsTutorial4, dalam file RoboticsTutorial4.cs. Handler untuk operasi Forward adalah ForwardHandler

Part 3 : Menambahkan Event Handler

11.                  Tambahkan kode berikut ini dalam file RoboticsTutorial4.cs

using motor = Microsoft.Robotics.Services.Motor.Proxy;

12.                  Kemudian tambahkan kode berikut ini dalam kelas RoboticsTutorial4
13.                  Untuk menjalankan Kick, UnKick, dan StopKick kita harus menambahkan Handler dan untuk konstruksi 
	SetDrivePowerRequest dan posting dengan menggunakan _motorAPort menggunakan fungsi pembantu SetDrivePower.
14.                  Tambahkan kode berikut ini dalam kelas RoboticsTutorial4

[ServiceHandler(ServiceHandlerBehavior.Concurrent)]

public virtual IEnumerator<ITask> KickHandler(Kick forward)

{

if (!_state.MotorEnabled)

{

yield return EnableMotor();

}

motor.SetMotorPowerRequest request =

new motor.SetMotorPowerRequest();

request.TargetPower = -0.8;

yield return Arbiter.Choice(

_motorAPort.SetMotorPower(request),

delegate(DefaultUpdateResponseType response) { },

delegate(Fault fault)

{

LogError(null, “Unable to Kick the Ball”, fault);

}

);

}

[ServiceHandler(ServiceHandlerBehavior.Concurrent)]

public virtual IEnumerator<ITask> UnKickHandler(UnKick forward)

{

if (!_state.MotorEnabled)

{

yield return EnableMotor();

}

motor.SetMotorPowerRequest request =

new motor.SetMotorPowerRequest();

request.TargetPower = 0.1;

yield return Arbiter.Choice(

_motorAPort.SetMotorPower(request),

delegate(DefaultUpdateResponseType response) { },

delegate(Fault fault)

{

LogError(null, “Unable to UnKick the Ball”, fault);

}

);

}

[ServiceHandler(ServiceHandlerBehavior.Concurrent)]

public virtual IEnumerator<ITask> StopKickHandler(StopKick forward)

{

if (!_state.MotorEnabled)

{

yield return EnableMotor();

}

motor.SetMotorPowerRequest request =

new motor.SetMotorPowerRequest();

request.TargetPower = 0;

yield return Arbiter.Choice(

_motorAPort.SetMotorPower(request),

delegate(DefaultUpdateResponseType response) { },

delegate(Fault fault)

{

LogError(null, “Unable to Stop Kick the Ball”, fault);

}

);

}

Part 4 : Memodifikasi Windows Form

15.                  Kemudian bukalah file RoboticsTutorial4Form[Design] dan tambahkan dua buah button menjadi seperti berikut ini:
16.                  Kemudian bukalah file RoboticsTutorial4Form.cs dan tambahkan dua event handler untuk kedua button tersebut:

private void btnKick_Click(object sender, EventArgs e)

{

_mainPort.Post(new Kick());

System.Threading.Thread.Sleep(250);

_mainPort.Post(new StopKick());

}

private void btnUnKick_Click(object sender, EventArgs e)

{

_mainPort.Post(new UnKick());

System.Threading.Thread.Sleep(250);

_mainPort.Post(new StopKick());

        }

17.                  Kemudian bukalah property dari RoboticsTutorial4Form dan ubahlah property KeyPreview menjadi true.
18.                  Kemudian tambahkan event handler Key_Down dan Key_Up:

private void RoboticsTutorial4Form_KeyDown(object sender, KeyEventArgs e)

{

switch (e.KeyCode)

{

case Keys.W:

_mainPort.Post(new Forward());

break;

case Keys.S:

_mainPort.Post(new Backward());

break;

case Keys.A:

_mainPort.Post(new TurnLeft());

break;

case Keys.D:

_mainPort.Post(new TurnRight());

break;

case Keys.Space:

_mainPort.Post(new Kick());

System.Threading.Thread.Sleep(250);

_mainPort.Post(new StopKick());

break;

case Keys.B:

_mainPort.Post(new UnKick());

System.Threading.Thread.Sleep(250);

_mainPort.Post(new StopKick());

break;

default:

_mainPort.Post(new Stop());

break;

}

e.Handled = true;

}

private void RoboticsTutorial4Form_KeyUp(object sender, KeyEventArgs e)

{

_mainPort.Post(new Stop());

e.Handled = true;

}

19.                  Kemudian bukalah property dari RoboticsTutorial4Form dan ubahlah property KeyPreview menjadi true.

Part 5 : Menggunakan Manifest File

Anda telah selesai menambahkan fungsionalitas Kick pada robot. Anda dapat menggunakan manifest file Lego.NXT.TribotSoccer.manifest.xml. File tersebut sebenarnya merupakan modifikasi dari Lego.NXT.Tribot.manifest.xml. Modifikasi yang dilakukan adalah dengan menambahkan partner baru yang disebut dengan MotorA. 

<!– Start Lego Motor A –>

<ServiceRecordType>

<dssp:Contract>http://schemas.microsoft.com/2006/06/legonxtmotor.html

</dssp:Contract>

<dssp:PartnerList>

<dssp:Partner>

<dssp:Service>LEGO.NXT.MotorA.Config.xml</dssp:Service>

<dssp:Name>dssp:StateService</dssp:Name>

</dssp:Partner>

<dssp:Partner>

<dssp:Name>lego:Brick</dssp:Name>

</dssp:Partner>

</dssp:PartnerList>

<Name>motor:MotorA</Name>

</ServiceRecordType>

Definisi dari MotorA terdapat pada file Lego.NXT.MotorA.Config.xml. Oleh karena itu, Anda harus menambahkan file Lego.NXT.TribotSoccer.manifest.xml dan Lego.NXT.MotorA.Config.xml. Dalam folder “C:\Microsoft Robotics Studio 1.5 (CTP May 2007)\samples\Config”.

Part 6 : Menjalankan aplikasi

Untuk menjalankan aplikasi ini, Anda harus melakukan perubahan terhadap manifest yang digunakan.

Ditulis dalam IT | Leave a Comment »

Program Pengenalan Ekspresi Foto Melalui Ukuran Mata Ditampilkan dengan Musik menggunakan Integral Projection

Ditulis oleh anggarizkiekayana di/pada Desember 7, 2008

2.2.1.1Clustering

Untuk face detection ini dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap yang pertama yaitu pencarian daerah warna kulit. Untuk pemrosesan pencarian warna kulit, dari gambar yang kita tangkap akan kita lakukan normalisasi. Kita akan mencari sample dari kulit yang kemudian kita normalisasi sebelum kita proses. Warna kulit manusia pada umumnya berwarna coklat atatu sawo matang. Untuk proses clustering ini kita akan ambil beberapa sample wajah yang kemudian kita olah. Sample wajahnya pertama akan kita cari nilai rata-rata R,G dan B yang kemudian akan kita normalisasi dengan rumus sebagai berikut:

R = R / ( R + G + B)

G = G / ( R + G + B)

B = B / ( R + G + B)

2.2.1.2 Mahalanobis Distance

Dalam gambar yang akan diproses terdapat banyak objek yang terdapat didalamnya dan semua memiliki nilai RGB. Metode Mahalanobis Distance ini digunakan untuk memilih warna yang kita kehendaki yaitu warna kulit. Dalam kasus ini untuk memilih daerah warna kulit yang bagus kita harus melakukan percobaan dari rumus Mahalanobis yang sudah disinggung diatas. Percobaan disini kemungkinan akan merubah rumus yang sudah ada, karena untuk mendapatkan daerah warna kulit yang tepat, jika menggunakan rumus yang diatas tidak akan bisa menemukan dan memberi tampilan yang bagus untuk hasilnya. Maka dari itu dalam tugas ini untuk percobaannya menggunakan rumus sebagai berikut:

Perbandingan antara RGB dari gambar asli dengan RGB rata-rata dari sample kulit:

Setelah kita masukkan rumusnya kita buat lebih dari satu cluster, yaitu dengan membandingkan antar cluster sehingga kita benar-benar menemukan daerah kulitnya.

2.2.1.3 Integral Projection

Seperti yang telah dijelaskan di bab sebelumnya, metode ini akan sangat membantu saat kita mencari lokasi object yang kita perlukan. Metode ini akan menjumlahkan pixel per baris dan per kolomnya.

Jadi tiap pixel x kita jumlahkan sepanjang width dan sebanyak high-nya, begitu juga dengan penjumlahan pixel y-nya. Dalam pencarian face localization ini, kita akan mencari batas-batas clusternya. Dari penjumlahan pixel akan kita dapat nilai yang tingi dari prubahan nilai tinggi ke rendah atau sebaliknya rendah ketinggi ini akan kita cari batasnya. Pertama kita integrasikan semua gambar ke arah sumbu y sepanjang sumbu x (lebar gambar), kemudian kita treshold dengan nilai rata-rata hasil dari integral projectionnya, kita buat nilai jika lebih dari nilai rata-rata maka kita beri nilai 1 dan jika tidak maka nilainya akan 0, dari hasil ini maka nilainya akan berupa 0 dan 1 yang nantinya akan kita gunakan untuk nilai batas. Setelah kita treshold dengan rata-rata yang kita 0 dan 1-kan nilainya,kemudian kita filter agar agar daerah yang banyak nilai 0-nya dan diantara nilai 0 tersebut terdapat satu nilai bernilai 1 maka setelah kita filter akan ikut 0, berikut adalah gambarannya:

Gb 3. Proses Integral projection, filter dan seleksi

Setelah kita treshold kemudian kita cari batasnya untuk memperoleh batas clustering, pertama kita cari batas untuk ke arah sumbu y yang ditandai dengan awal dan akhir. Awal yaitu perubahan dari rendah ke tinggi dan akhir yaitu dari tinggi ke rendah, begitu juga dengan batas x, gambarannya sebagai berikut:

Gb 4. Pencarian batas dalam Integral Projection

2.2.2 Feature Detection

Setelah memperoleh face location lalu kita lakukan edge detection pada hasil tersebut. Tetapi sebelumnya dilakukan scaling agar hasil face location tersebut tidak terlalu besar ataupun sebaliknya.

2.2.2.1 Edge Detection

Sebelum kita lakukan operasi edge detection dengan konvolusi, image kita proses menjadi grayscale dulu, yaitu dengan kita jumlahkan R,G dan B nya kemudian kita bagi dengan 3. Setelah kita grey-kan image-nya maka kita laukan operasi edge detection dengan convolusi, yaitu dengan mengalikan pixel dengan kernelnya. Dalam edge detection ini kita gunakan Sobel filter. Dan setelah proses edge dilakukan maka untuk hasil yang lebih bagus, dilakukan filtering dengan menggunakan filter gaussian.

Metode Sobel merupakan pengembangan metode robert dengan menggunakan filter HPF yang diberi satu angka nol penyangga. Metode ini mengambil prinsip dari fungsi laplacian dan gaussian yang dikenal sebagai fungsi untuk membangkitkan HPF. Kelebihan dari metode sobel ini adalah kemampuan untuk mengurangi noise sebelum melakukan perhitungan deteksi tepi.

2.2.2.2 Integral Projection

Setelah kita peroleh lokasi wajahnya dan kemudian kita proses seperti penjelasan diatas, maka akan kita lakukan tahap selanjutnya yaitu pencarian fitur wajah. Dalam pencarian fitur wajah ini juga akan kita lakukan dengan integral projection. Pemrosesannya kita lakukan pada gambar hasil edge detectionnya.

Lokasi wajah pada edge kita integrasikan dengan menjumlahkan pixel ke arah X, maka kita akan temukan daerah-daerah yang memiliki nilai besar yaitu, daerah alis, mata, lubang hidung dan daerah bibir. Proses pencarian fitur wajah ini kita lakukan seperti saat kita mencari lokasi objek yang akan kita olah yaitu wajah, dengan kita mencari batas-batasnya. Dan barulah dilakukan penjumlahan ke arah Y untuk mendapatkan koordinat dari feature yang dicari.

Ditulis dalam IT | 1 Komentar »

IMPLEMENTASI SISTEM PENGENALAN SUARA DENGAN SAPI & DELPHI

Ditulis oleh anggarizkiekayana di/pada Desember 7, 2008

Pada pengenalan pembicaraan terdapat bagian proses yang menentukan jenis kata yang diucapkan. Proses ini menggunakan grammar untuk menentukan kata tersebut jika grammar tersedia. SAPI 5.1 mendefinisikan format untuk grammar dalam bentuk XML. Pada diktasi, grammar digunakan untuk mengidentifikasi beberapa kata khusus yang sering digunakan. Grammar tidak dapat digunakan untuk menganalisa keseluruhan kata pada diktasi karena tidak mungkin untuk mendaftar seluruh kata yang dipergunakan dalam percakapan ke dalam grammar. Biasanya sistem akan menggunakan metode tertentu serta context analysis untuk melakukan pengenalan kata pada diktasi. Dan hasil proses ini akan lebih akurat dengan menggunakan tambahan grammar yang telah didefinisikan.

Untuk memulai pembuatan aplikasi, maka digunakan komponen TspSharedReco Context. Sedangkan TspSharedRecognizer akan dibuat secara otomatis oleh recognizer, sehingga komponen tersebut tidak perlu digunakan secara eksplisit, kecuali jika hendak menggunakan metode yang terdapat pada komponen tersebut secara langsung. Langkah berikutnya adalah mendefinisikan grammar yang akan digunakan pada aplikasi dengan menuliskan kode berikut pada saat aplikasi pertama kali dijalankan :

SpSharedRecoContext1.EventInterests := SREAllEvents;

MyGrammar := SpSharedRecoContext1.CreateGrammar(0);

MyGrammar.DictationSetState(SGDSActive);

Pada saat terjadi notifikasi pada aplikasi seperti permulaan suara, akhir suara, permulaan frasa, akhir frasa dan lain-lain, maka akan terjadi pemanggilan pada standard even Delphi, dimana pada even tersebut bisa ditambahkan kode yang diperlukan seperti penampilan status. Even yang paling penting adalah OnRecognition, dimana even ini terjadi setelah sistem selesai melakukan pengenalan pada sebuah kata. Hasil dari OnRecognition ini akan dikirimkan melalui sebuah parameter yang berupa obyek ISpeechRecoResult. Untuk mengambil hasil dari pengenalan dapat dilihat pada kode berikut :

procedure

TMainForm.SpSharedRecoContext1Recogn

ition(Sender: TObject;

StreamNumber: Integer; StreamPosition:

OleVariant;

RecognitionType: TOleEnum; var Result:

OleVariant);

var

RecogText: ISpeechRecoResult;

FMDIChild: TMDIChild;

begin

RecogText := IDispatch(Result) as

ISpeechRecoResult;

FMDIChild := MainForm.ActiveMDIChild as

TMDIChild;

if FMDIChild <> nil then

FMDIChild.Memo1.SelText :=

RecogText.PhraseInfo.GetText(0, -1, True)

+ ‘ ‘;

end;

Hasil dari pengenalan pembicaraan ini diimplementasikan untuk menambahkan kata pada TMemo, dimana TMemo tersebut lebih lanjut dapat disimpan sebagai file teks.

Ditulis dalam IT | Leave a Comment »

Security Communication mobile dengan Modular square root method

Ditulis oleh anggarizkiekayana di/pada Desember 7, 2008

Baru baru ini kemajuan teknologi dalam komunikasi mobile telah menyediakan fasilitas kepada masyarakat umum untuk mengambil bagian dalam pemilihan non kritis(seperti memutuskan pemain yang sangat berharga dalam kejuaraan olah raga) dengan low power, low cost, dan peralatan komunikasi portable yang berukuran kecil. Bagaimanapun beberapa pemilihan kritis(seperti pemilihan dalam bidang politik) belum tersedia dalam lingkungan komunikasi mobile, sebagian besar karena faktor keamanan, komunikasi dan batasan komputasi dari peralatan komunikasi portable. Kita akan tampil dengan skema pemilihan elektronik yang aman dalam lingkungan komunikasi mobile dengan completeness, soundness, privacy, unreusability, eligibility, verifiability, dan fairness. Skema yang kita bahas saat ini berbasis pada blind signature dan komputasi yang rendah dalam peralatan komunikasi portable. Modular square root merupakan metode security yang berbasis mobile communication yang dapat diimplementasikan dengan teknologi Java J2mE. Modular square root algoritm :

Skema pemilihan eletronik dalam lingkungan komunikasi mobile, dengan calon pengguna suara mobile, pada umumnya melibatkan 6 pihak sebagai berikut :

1. Certification authority (CA) – Pihak ketiga terpercaya yang mengeluarkan sertifikat rahasia kepada pengguna mobile.

2. Administrator (A) – Pihak yang mengeluarkan surat suara kepada mobile voters..

3. Counter (C) – Pihak yang menerima dan melakukan perhitungan jumlah surat suara dari mobile voters.

4. Base station (B) – Pihak yang menyediakan komunikasi wireless ke pengguna mobile.

5. Voters (V) – Pengguna mobile yang berpartisipasi dalam pemilihan.

6. Election commissioner (EC) – Pihak yang objektif yang memonitoring semua komplain dan mengambil aksi sesuai dengan permasalahan.

Skema pemilihan elektronik kita dalam lingkungan komunikasi mobile adalah disusun dalam 6 tahap :

1. Setup : Certificate authority, administrator, counter, dan base station mengeset paramater publik dan private.

2. Registration : Certificate authority mengeluarkan sertifikat rahasia kepada pengguna mobile.

3. Ballots application : Mobile voters memakai surat suara dalam administrator melalui base station.

4. Ballots cast : Mobile voters melempar surat suara ke counter melalui base station.

5. Tallying : Counter menjumlahkan surat suara dan mempublikasikan daftar dari surat suara.

Conformation : Mobile voters mengecek apakah surat suara tetentu adalah dalam daftar atau tidak

Ditulis dalam IT | Leave a Comment »

Socket programming in c# .net server side

Ditulis oleh anggarizkiekayana di/pada Agustus 8, 2008

Server Side Code: using System; using System.Net.Sockets; public class AsynchIOServer { public static void Main() { TCPListener tcpListener = new TCPListener(10); tcpListener.Start(); Socket socketForClient = tcpListener.Accept(); if (socketForClient.Connected) { Console.WriteLine(“Client connected”); NetworkStream networkStream = new NetworkStream(socketForClient); System.IO.StreamWriter streamWriter = new System.IO.StreamWriter(networkStream); System.IO.StreamReader streamReader = new System.IO.StreamReader(networkStream); string theString = “Sending”; streamWriter.WriteLine(theString); Console.WriteLine(theString); streamWriter.Flush(); theString = streamReader.ReadLine(); Console.WriteLine(theString); streamReader.Close(); networkStream.Close(); streamWriter.Close(); } socketForClient.Close(); Console.WriteLine(“Exiting…”); } } Client Code: using System; using System.Net.Sockets; public class Client { static public void Main( string[] Args ) { TCPClient socketForServer; try { socketForServer = new TCPClient(“localHost”, 10); } catch { Console.WriteLine( “Failed to connect to server at {0}:999″, “localhost”); return; } NetworkStream networkStream = socketForServer.GetStream(); System.IO.StreamReader streamReader = new System.IO.StreamReader(networkStream); System.IO.StreamWriter streamWriter = new System.IO.StreamWriter(networkStream); try { string outputString; // read the data from the host and display it { outputString = streamReader.ReadLine(); Console.WriteLine(outputString); streamWriter.WriteLine(“Client Message”); Console.WriteLine(“Client Message”); streamWriter.Flush(); } } catch { Console.WriteLine(“Exception reading from Server”); } // tidy up networkStream.Close(); } }

Ditulis dalam IT | Leave a Comment »

Linux mandriva vs mandriva axioo version

Ditulis oleh anggarizkiekayana di/pada Juli 31, 2008

Mungkin para teman2 dah pada tau neh apa sih linux itu n bagaimana ??? he7x… ini aku mencoba untuk memberi sedikit pengalaman ttg linux mandriva versi axioo vs versi biasa independent…saat pertama kali install versi axioo tuh aku agak bingung coz gk da yg namae partis hardisk tp yg ada adalah linux akan secara otomatis untuk melakukan reset partisi hardisk dan format semua isi hardisk. jadi mmg agak aneh tp mmg gitu kenyataanya. jadi sebelum memulai instalasi lebih baek lakukan back up seluruh data karena hardisk akan direset secara total dan akan dibuat 2 partisi baru yaitu pertama type partisi ext3 sebesar 14gb dan linux swap sekitar 2 gb. jadi jika teman2 ingin menjadikan dual booting maka teman2 harus g diinstall linux dulu jadi bukan windows dulu. setelah linux di install maka windows diletakkan pada partisi setelah linux swap jadi kalo di gambar skema partisi hardisk sebelah kanan dari partisi linux swap. bikin partisi baru dan letakkan pada partisi ketiga tp saat install windows maka linux akan hilang tp tenang benere gk hilang tp hanya grub loader nya tertimpa ma windows jadi ada caranya. masuk linux mandriva n pilih configure computer dan pilih boot. setelah itu add linux grub dengan windows pada /dev/sda3….setelah itu restart maka dual booting akan berhasil. tapi kalo mandriva versi independent non axioo instalasi biasa seperti linux yang lain jadi instal windows dulu gpp n letakkan pertisi linux pada partisi yg kosong….dengan hanya menentukan swap partisinya…

Ditulis dalam IT | 1 Komentar »

Flow Programming with visual basic Or .net framework

Ditulis oleh anggarizkiekayana di/pada Juli 2, 2008

Flow programming yaitu suatu metode yang membuat suatu program aplikasi yang berbabasis flow. jadi hasil dari running program yang kita buat berbentuk interaktif seperti visio. ada suatu gambar disebelah kiri layar dimana kita bisa memilih dan menempatkan pada area kerja kita… komponen untuk itu yaitu menggunakan shape dan untuk hubungan antara shape tersebt menggunakan line…

Ditulis dalam IT | Leave a Comment »